Kota Tuban
Kabupaten Tuban Merupakan salah satu Kabupaten dari 38 Kabupaten dan Kota yang ada di wilayah administratif Provinsi Jawa Timur. Wilayah Kabupaten Tuban berada di jalur pantai utara (Pantura) Pulau Jawa. Luasnya adalah 1.904,70 km² dan panjang pantai mencapai 65 km. Penduduknya berjumlah sekitar 1 juta jiwa. Tuban disebut sebagai Kota Wali karena Tuban adalah salah satu kota di Jawa yang menjadi pusat penyebaran ajaran Agama Islam namun beberapa kalangan ada yang memberikan julukan sebagai kota tuak karena daerah Tuban sangat terkenal akan penghasil minuman (tuak & legen) yang berasal dari sari bunga siwalan (ental). Beberapa obyek wisata di Tuban yang banyak dikunjungi wisatawan adalah Makam Wali, contohnya Sunan Bonang, Makam Syeh Maulana Ibrahim Asmaraqandi (Palang), Sunan Bejagung dll. Selain sebagai kota Wali, Tuban dikenal sebagai Kota Seribu Goa karena letak Tuban yang berada pada deretan Pegunungan Kapur Utara. Bahkan beberapa Goa di Tuban terdapat stalaktit dan Stalakmit. Goa yang terkenal di Tuban adalah Goa Akbar, Goa Putri Asih, dll. tuban juga memiliki 13 destinasi pantai yang sering sekali dikunjungi oleh wisatawan seperti pantai boom, pantai mangrove center, pantai sowan, pantai remen, pantai cemara, pantai semilir, pantai kelapa, pantai gardu laut, pantai surindah, pantai stockpile, pantai depan klenteng dan pantai kambang putih. Tuban terletak di tepi pantai pulau Jawa bagian utara, dengan batas-batas wilayah: utara laut Jawa, sebelah timur Lamongan, sebelah selatan Bojonegoro, dan barat Rembang dan Blora Jawa Tengah.
Warga Kota Tuban memiliki pekerjaan yang beragam. Tingkat ekonomi yang berbeda adalah indikasi dari tipe pekerjaan yang tidak sama pula. pada umumnya warga masyarakat Kota Tuban bekerja sebagai petani penggarap sawah Selain sebagai petani, banyak pula warga masyarakat yang menjadi pengusaha dan juga sebagai nelayan. Nelayan merupakan mata pencaharian yang juga bisa dijumpai di kota Tuban. Di sepanjang jalur PANTURA (Pantai utara pulau Jawa), bisa dengan mudah dijumpai perkampungan nelayan yang hidup seadanya. Mereka melaut pada malam hari dan kembali keesokan harinya. Tak jarang yang mengais rezeki hingga beberapa Minggu meninggalkan daratan.

Komentar
Posting Komentar